Seringkali lebih mudah untuk menyalahkan orang lain atau kondisi eksternal di luar diri kita, daripada menengok ke dalam diri dan memperbaiki apa yang kurang tepat dari pikiran, kata, serta tingkah laku kita. Sayangnya upaya untuk membenahi diri dengan tindakan-tindakan reflektif seringkali menjadi sesuatu yang jarang diambil oleh banyak orang; Lebih mudah menyalahkan keadaan atau mereka yang tidak ada sangkut pautnya daripada mengakui keberdosaan kita.
Itulah gambaran akan situasi yang tengah dialami oleh Yehuda. Allah memperingatkan mereka kembali akan bencana yang akan datang dan merupakan konsekuensi logis dari apa yang telah mereka lakukan. Alih-alih bertobat mereka terus saja berkilah dan merasa bangga atas status sebagai bangsa pilihan Allah. Mereka meletakkan kebanggaan dan harga diri pada hal-hal lahiriah yang akan binasa, salah satunya adalah Bait Allah. Justru disinilah letak kekeliruan Israel, melalui Yeremia, mereka menyangka Bait Allah dan segala ritus di dalamnya yang membawa jalan pembebasan. Gejala tersebut juga menggambarkan kesempitan berpikir Yehuda yang menyangka bahwa ibadah lahiriah tanpa didasari ketaatan yang sesungguhnya terhadap firman-Nya tetap dapat menyelamatkan mereka.
Maka demikianlah bangsa Yehuda bertindak semena-mena. Orang miskin ditindas sedemikian rupa. Para pendatang ditindas dengan kejam, serta orang asing yang sama sekali tidak diterima. Perbuatan-perbuatan tersebut tidak dikehendaki Tuhan, menghalangi-Nya berdiam di antara mereka sehingga akhirnya mendatangkan kemalangan bagi mereka. Pilihan Yehuda hanyalah bertobat dan kembali kepada Allah.
Sahabat Alkitab, bukankah kita juga seringkali berlaku seperti bangsa Yehuda. Kita lebih senang menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri kita. Jangan-jangan setelah ditelisik lebih dalam justru tindakan kita lah yang menyebabkan hal-hal yang tidak dikehendaki datang dalam kehidupan kita. Sebagaimana kemalangan Yehuda, pertama-tama disebabkan karena perilaku yang menyimpang dari firman serta ketetapan Allah. Maka berbaliklah kepada Allah dan taati segala firman-Nya.
























