Manusia seringkali terjebak dalam paradoks. Pada satu sisi kita diakui sebagai makhluk yang berakal budi dan dapat memikirkan hal-hal yang kompleks, tetapi pada sisi lain kita begitu mudahnya terkecoh pada godaan yang sama dan jatuh dalam dosa kembali. Inilah yang juga terjadi pada bangsa Yehuda, mereka mengulangi kesalahan fatal yang telah diperbuat nenek moyang mereka.
Perikop kita kali ini dibuka dengan kilas balik sejarah yang disampaikan langsung oleh Tuhan. Allah mengingatkan Yehuda akan perjanjian yang telah diikat dengan nenek moyang mereka dahulu. Tuhan berkata, “Dengarkanlah suara-Ku dan lakukanlah segala yang Kuperintahkan kepadamu, maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.” Perjanjian ini tidak pernah berubah, tetapi pihak manusia yang membangun perjanjian ini lah yang terus berubah. Sementara Allah tetap memegang perjanjian itu dengan setia.
Maka dari itu Allah begitu menyayangkan tingkah laku Yehuda yang berbalik dari-Nya, mereka melakukan kesalahan yang sama dengan nenek moyang mereka dahulu. Sungguh disayangkan peristiwa ini terjadi. Konsekuensi pengajaran dan keadilan yang serupa pada akhirnya juga harus didatangkan oleh Allah. Kegeraman-Nya sudah berada di titik puncak dan Yehuda harus menanggung segala sesuatunya.
Sahabat Alkitab, marilah menjalani hidup dengan waspada dan mawas diri. Hati-hati terhadap penggodaan dan pencobaan yang selalu mengarahkan kita pada jalan yang tidak dikehendaki-Nya. Namun kita perlu menyadari bahwa itu semua sepenuhnya tidak berdasarkan kekuatan kita melainkan berdasarkan pertolongan Allah semata. Janganlah khawatir karena Tuhan pasti akan senantiasa menyertai kita. Ia adalah Tuhan yang tetap dan teguh pada perjanjian yang telah Ia nyatakan.

























