Yeremia kembali meneruskan nubuatannya pada pasal ini. Perikop kita menceritakan tentang nubuatan Yeremia kepada raja-raja yang jahat dan tidak adil, Raja Salum atau Yoahas menjadi yang pertama menerima teguran itu. Masa pemerintahannya tergolong singkat yakni 3 bulan. Ia melakukan yang jahat di mata Tuhan. Yeremia bernubuat untuk mengisi Yoahas karena hukuman baginya adalah pembuangan ke Mesir. Raja Yoahas dibawa Firaun Nekho ke Mesir dan mati disitu.
Berikutnya ada raja Yoyakim (Elyakim). Ia juga melakukan apa yang jahat di mata Tuhan seperti Yoahas saudaranya. Dalam nubuat Yeremia, raja ini melakukan ketidakadilan dengan mempekerjakan buruh tanpa membayar untuk renovasi istananya. Yerusalem kemudian penuh dengan darah orang yang tidak bersalah karena pemerasan dan penganiayaan. Pada masa pemerintahannya, Yehuda mendapat serangan pertama dari Babel. Selanjutnya nubuat diarahkan kepada Raja Konya (Yekhonya/Yoyakhin). Ia melakukan yang jahat di mata Tuhan dan tidak mau mendengarkan-Nya. Pada masa pemerintahannya, Yehuda mendapat serangan kedua dari Babel. Berakhirlah dinasti Daud yang berdaulat, karena selanjutnya meskipun Zedekia memerintah, ia hanya menjadi raja boneka di bawah pemerintahan Babel.
Menjadi pemimpin memang tidak mudah, itulah sebabnya seorang pemimpin perlu senantiasa berhikmat dalam mengambil keputusan dan kebijakan tertentu. Tuhan sesungguhnya menghendaki agar umat-Nya berada dalam firman dan pemeliharaan-Nya semata. Namun seringkali pemberontakan kita lah yang menghalangi itu semua. Mari kita belajar untuk mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu serta tunduk kepada-Nya. Termasuk ketika kita dipercaya untuk memimpin.
























