YEREMIA 22:1-9
Sejarah dunia mencatat bahwa kerajaan besar sekalipun akan hancur dan luluh lantak saat pemimpinnya tidak lagi fokus dalam tugasnya untuk memimpin dengan memastikan kesejahteraan seluruh rakyat yang dipimpinnya. Terutama kepada mereka yang tersisih serta terpinggirkan. Sayangnya yang seringkali terjadi adalah semakin orang merasa berkuasa maka semakin rentan ia dalam menyalahgunakan kekuasaannya.
Sebenarnya untuk mencegah kecenderungan tersebut, Kerajaan Israel sudah mempunyai sistem dan pemahaman yang baik yakni seorang Raja bukanlah pemegang tampuk kekuasaan yang tertinggi melainkan Allah saja lah yang menjadi Penguasa Tertinggi. Dari Dialah sumber segala kuasa sehingga para raja haruslah tunduk kepada titah dan ketentuan-Nya. Salah satu yang selalu ditegaskan-Nya adalah agar keadilan tegak di Kerajaan Israel. Mereka yang terpinggirkan mendapat tempat dan perhatian. Anak yatim, para janda, dan orang terlantar boleh mendapat makan.
Sayangnya pada masa itu raja-raja Kerajaan Yehuda sama sekali tidak mengindahkan ketetapan Allah. Yeremia 21:11 dibuka dengan teguran kepada para penguasa, “Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud: Putuskanlah hukum yang adil setiap pagi, karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!” Rupanya selain krisis geopolitik yang terjadi, kerajaan itu juga krisis kepemimpinan. Para pemimpinnya tidak lagi memikirkan rakyat terutama mereka yang menderita dan tersisihkan. Mereka menindas dan mengorbankan darah orang tak bersalah. Apa yang dipikirkan raja-raja itu? Mungkin mereka hanya sekedar mengejar kekuasaan dan keuntungan tanpa memikirkan dampak dari kebijakan mereka. Dalam proses kepemimpinan yang demikian, mau tidak mau Allah harus mengintervensi. Ia mendatangkan penghukuman atas bangsa itu serta menegakkan keadilan-Nya.
Sahabat Alkitab, sejatinya peringatan yang kita petik dari perikop ini bukanlah untuk mereka yang sedang dalam posisi kepemimpinan semata. Melainkan bagi kita semua agar memiliki bela rasa kepada mereka yang terpinggirkan dan diperlakukan tidak adil. Allah yang Maha Adil menghendaki kita untuk berlaku adil dan benar dalam kehidupan. Memang tidak mudah melakukan itu semua, terutama di kala dunia justru mempertontonkan hal yang sebaliknya. Namun yang bisa kita lakukan adalah berjuang sebaik-baiknya menunjukkan hal yang berbeda seturut dengan hikmat-Nya.
























