Tidak untuk selama-lamanya orang-orang yang jahat dapat bermegah dengan kejahatannya, ketika dosanya telah genap, Allah akan menyatakan keadilan-Nya.
Harapannya dalam perang itu seorang utusan perang pulang dengan membawa kabar kemenangan sehingga seluruh kota akan menyambut dengan sukacita dan sorak-sorai, tetapi yang dibawa oleh seorang dari suku Benyamin itu adalah kabar dukacita sebab Israel kalah dalam peperangan. Tuhan memakai peperangan antara Israel dengan Filistin untuk mematahkan kesombongan, juga dosa dari Hofni dan Pinehas yang tidak menghormati Tuhan dengan mencemarkan kurban persembahan, serta Imam Eli yang tidak menghormati TUHAN lebih dari mengasihi anak-anaknya. Eli sendiri mati setelah mendengar kabar dukacita itu. TUHAN akhirnya menghukum mereka yang tidak menghormati-Nya.
Sahabat Alkitab, pertanyaan tentang mengapa orang jahat tetap dapat berdiri tegak melakukan kejahatannya bukanlah pertanyaan kita saja, tetapi telah ditanyakan oleh orang-orang dari segala zaman. Jika melihat kesaksian Kitab Suci, kita tahu bahwa Allah tidak pernah membiatkan kejahatan itu terus ada untuk selama-lamanya. Pada waktu yang telah Dia tetapkan, Allah menghukum mereka yang melakukan kejahatan dihadapan-Nya dan kepada umat-Nya. Dan Allah tidak pernah pilih-pilih, siapa saja yang berdosa kepada-Nya akan dihukum-Nya. Namun Allah juga selalu memberikan waktu bagi manusia untuk bertobat dari kejahatannya. Seperti Allah memberikan waktu bagi Israel, bagi Imam Eli, dan bagi Hofni dan Pinehas untuk berhenti dari kejahatan mereka, untuk menegakkan kebenaran kembali, demikian juga Allah masih memberikan waktu bagi kita. Kalau kita masih dapat bediri tegak dalam kejahatan, itu bukan karena Allah tidak mampu untuk bertindak, tapi karena Ia dalam panjang sabar-Nya menantikan kita kembali kepada kebenaran-Nya.
Marilah kita menyadari segala dosa yang telah menjauhkan kita dari hadirat Allah, lalu dengan segera berbalik kepada-Nya, sebelum waktu itu tiba dan tidak ada kesempatan lagi.
Salam Alkitab Untuk Semua