Troas adalah daerah pelabuhan utama yang berada di wilayah Makedonia, sebuah tempat persinggahan Paulus sebelum ia ke Korintus. Ia bermaksud bertemu dengan Titus, seorang Yunani yang adalah anak rohani Paulus sekaligus orang kepercayaannya. Kegelisahan Paulus mungkin disebabkan karena kekhawatiran akan keadaan Titus, yang mungkin juga mengalami penolakan hebat dalam pelayanannya seperti yang Paulus alami, juga Timotius. Jemaat Korintus memang benar-benar memiliki persoalan yang kompleks dan pelik. Paulus kemudian menyerupakan diri dan pelayanannya seperti kemenyan yang beraroma harum dan menyebar ke berbagai tempat. Bagi orang yang akan binasa, bau yang disebarkan oleh Paulus seumpama bau kematian yang membunuh. Mungkin ini bermaksud bahwa Injil yang benar yang diberitakan oleh Paulus menjadi penghalang yang menghancurkan berita yang disebarkan oleh para pengajar palsu. Karena itu ia menyinggung pengajar palsu itu yang melayani dengan tujuan hanya untuk mencari keuntungan pribadi mereka dari berita "injil", seolah-olah berita itu seperti sebuah dagangan yang diperjualbelikan ke mana-mana. Paulus tidak menampik bahwa orang yang memberitakan Injil memang berhak atas dukungan dari orang-orang yang telah diajar dan dilayani (bnd. 1 Kor. 9:9-12), dan orang yang telah bekerja berhak makan (bnd. 2 Tes. 3:10).
Sahabat Alkitab, apa tujuan pelayananmu? Apa tujuan hidupmu setelah engkau diselamatkan Allah? Apa tujuanmu datang beribadah? Apa tujuanmu mengikut Kristus? Untuk uang dan "cuan" kah? Untuk sebuah jabatan atau menjadi terpandang di masyarakat? Jika memuliakan Allah dan menyenangkan hati-Nya bukan menjadi tujuan satu-satunya dari semua ibadah dan pelayanan kita kepada Allah, maka kita telah kehilangan kemurnian sebagai pengikut Kristus. Kita menjadi seperti pengajar palsu atau orang-orang di zaman gereja mula-mula yang menjadi Kristen dengan tujuan yang terselubung dan menyesatkan. Hari ini begitu banyak orang yang mudah tersinggung dan meninggalkan pelayanan, persekutuan, dan Tuhan ketika mendengarkan berita kebenaran, karena mereka tidak benar baik dalam dasar maupun tujuan menjadi seorang Kristen. Usahakanlah kemurnian diri kita sebagai hamba-hamba Kristus agar hidup kita dan apa yang kita kerjakan berkenan bagi-Nya.
Kemurnian membuat kita teguh berdiri sebagai pengikut Kristus di tengah arus dunia yang menyesatkan.
Salam Alkitab Untuk Semua