Manusia bukanlah Allah, bukan ilah, bukan kembaran atau duplikat Allah, dan manusia tidak bisa menjadi Allah. Manusia adalah ciptaan, Allah adalah Sang Khalik, Pencipta langit dan bumi, dan akan begitu untuk selama-lamanya. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah artinya Allah menaruh sifat-sifat yang menyerupai keberadaan-Nya dalam diri manusia, begitu juga dengan kemampuan-kemampuan yang menyerupai-Nya untuk melaksanakan tugas manusia di bumi. Ini adalah sebuah keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada ciptaan-Nya yang terakhir.
Sahabat Alkitab, sebagai ciptaan yang diciptakan paling akhir untuk memberi tahu kepada manusia bahwa sekalipun ada keistimewaan yang menyerupai Allah, manusia tidak punya andil sedikitpun baik dalam proses penciptaan maupun hanya sekedar menyaksikannya. Itulah yang disanggahkan Allah kepada Ayub dengan berkata, "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengetahuan." Ada jarak yang tidak terjangkau dalam kata "menyerupai" itu. Kristus adalah satu-satunya gambar wujud pribadi Allah yang sejati. Keistimewaan kita adalah kita diberi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan dan keagungan Allah dalam sifat dan sikap hidup kita serta dalam kerja dan karya kita.
Selamat Beribadah. Mari menjaga citra Allah itu agar tetap cemerlang di dalam diri kita.
Salam Alkitab Untuk Semua