Pada saat kita membaca ayat di atas, bahwa ini membahas mengenai pemberian sedekah. Latar belakang pada pasal dan ayat tersebut adalah sebuah kewajiban keagamaan orang-orang Yahudi mengenai pemberian atau sedekah. Dalam hal ini Yesus memberikan sebuah penekanan yaitu kata “ingatlah” dalam bahasa Yunani “Prosekhete” pada awal kata ayat 1 ini adalah sebuah kata imperatif yang berarti bukan hanya mengingat dalam pikiran saja, tetapi ini juga sebuah perintah untuk melakukannya.
Memberi tanpa pamrih adalah perbuatan yang tidak mudah dilakukan. Walaupun mulut kita berkata “saya ikhlas” tetapi hati kita tidak bisa berbohong bahwa kita sebenarnya ingin juga dipuji, walaupun sedikit. Memberi yang benar adalah bukan untuk memperbaiki nama atau menjadikan namanya baik. Seperti yang dilakukan orang Farisi. Tuhan Yesus mengingatkan dalam ayat 2 yaitu “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu …” apa yang dimaksud disini dengan kata “mencanangkan”? yaitu berkoar-koar seperti suara terompet). Jadi dalam hal ini yang dimaksud ialah pada saat kita memberi janganlah kita memberitahukan ke orang-orang mengenai pemberian kita atau istilah lain ialah menggembar-gemborkan, untuk nama kita dihormati atau nama kita menjadi baik. Kita harus belajar memberi dengan tulus hati. Pemberian yang terbaik adalah hati yang tulus untuk menyenangkan hati Tuhan. Inilah yang dimaksudkan Tuhan Yesus ialah memberi bukan karena untuk dipuji orang lain atau dipandang orang lain, tetapi apa yang dilakukan semuanya untuk menyenangkan hati Tuhan bukan kepentingan sendiri.
Sahabat Alkitab, Allah melihat pemberian yang tersembunyi, yaitu pemberian yang tulus yang tidak adanya kemunafikan di dalamnya yaitu kepentingan pribadi, tetapi lakukanlah semuanya dengan Hati yang tulus kepada Allah karena itulah yang dikenan Allah bukan untuk dikenan manusia. Pemberian tanpa pamrih juga berlaku dalam pergaulan kita dengan teman-teman dan saudara serta orang-orang disekitar kita. Ketika kita mau memberi atau menolong mereka lakukanlah dengan ikhlas, tanpa pamrih dan semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan. Tidak perlu kuatir jika perbuatan kita tidak dilihat orang apalagi dipuji. Yang terpenting kita tetap berbuat baik dan percayalah ada Allah yang melihat perbuatan kita sekalipun tersembunyi.
Salam Alkitab Untuk Semua.