Sudahkah kita mengucap syukur hari ini? Di tengah segala kesibukan dan aktivitas kita sehari-hari kadangkala ucapan syukur tersebut jarang kita panjatkan kepada Tuhan. Padahal tidak pernah sekalipun Allah melupakan kita. Berkat-berkat-Nya jauh lebih banyak dan luas dari apa yang dapat kita pikirkan. Pengucapan syukur seharusnya menjadi bagian dari spiritualitas kita sehari-hari dan tidak berdasarkan atas apa yang sedang kita alami saja. Kita diundang untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala sesuatu. Saat dukacita melanda, apalagi ketika sukacita besar terjadi dalam hidup kita.
Bacaan kita kali ini hendak merefleksikan ajakan serupa yakni mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Secara khusus peristiwa yang hendak disyukuri menurut Nehemia 12:27-43 adalah terselesaikannya tembok Yerusalem. Tembok ini begitu megah dengan panjang 4.018 meter dengan rata-rata tinggi 12 meter dan ketebalan 2,5 meter. Bagi Nehemia yang berperan paling besar dalam prosesnya hanyalah Allah semata. Ucapan syukur selayaknya dialamatkan kepada Allah. Hanya dalam Tuhan lah keberhasilan pembangunan tembok tersebut dapat terwujud.
Proses penahbisan tembok Yerusalem sesungguhnya bentuk ungkapan syukur bangsa Israel atas terselesaikannya tembok tersebut. Ketakjuban atas kebaikan Allah juga tercermin dalam proses tersebut. Pujian-pujian dipanjatkan dengan riang gembira. Mereka memainkan alat-alat musik dengan meriah, bahkan paduan suara dibentuk menjadi dua kelompok untuk berarak di tembok Yerusalem. Kurban syukur dipersembahkan kepada Allah dengan jumlah yang begitu banyak. Tahap demi tahap ritual penahbisan itu dijalankan menurut tata cara leluhur untuk menegaskan kesungguhan bangsa Israel dalam mengucap syukur atas karya penyertaan Allah yang terjadi di kehidupan mereka. Dasar dari syukur yang mereka panjatkan adalah karya Allah yang terus terangkai di sepanjang kehidupan mereka.
Sebagai umat Tuhan yang telah ditebus dan diselamatkan oleh-Nya, sudahkah kita mengucap syukur atas segala kebaikan Allah yang boleh terjadi dalam kehidupan keseharian kita? Ungkapan syukur yang paling sederhana adalah melalui doa dan segala karya yang kita persembahkan kepada Allah. Ucapan syukur juga menjadi sebuah olah batin yang baik dalam membangun relasi kita dengan Allah, terlebih bila kita berlatih untuk mengucap syukur di dalam segala keadaan.