“Mengingat Kematian dan Menikmati Kehidupan”

Renungan Harian | 13 Apr 2026

“Mengingat Kematian dan Menikmati Kehidupan”

Sepanjang sejarah peradaban, manusia sebagai makhluk yang berpikir, terus mengolah pikirannya bahkan hingga sampai pada titik yang esensial yakni mempertanyakan keberadaannya sendiri di dunia ini. Eksistensi atau keberadaan manusia itulah pokok percakapan para pemikir di sepanjang zaman. Para pemikir tersebut biasanya memulai refleksinya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti; “Apa tujuan manusia yang sesungguhnya?”, “Apakah makna kehidupan ditentukan sebelum kita hadir di dunia atau ditemukan dalam proses mengada di dunia?”, “Apa tujuan dari kehidupan jika semuanya berakhir dengan kematian?”, dan aneka pertanyaan lainnya. Namun pada intinya ialah manusia ingin agar keberadaannya di dunia betul-betul bermakna dan ia dapat menjalani kehidupan dalam kelegaan serta kebebasan. 

 

Pengkhotbah merenungkan persoalan filosofis yang serupa dalam bacaan kita kali ini. Dalam pengamatannya ia melihat bahwa orang benar, orang fasik, orang baik, orang jahat, orang tahir dan najis sesungguhnya akhir nasibnya serupa yakni mengalami kematian (ay. 2-3). Meskipun demikian sudah menjadi hal yang jelas bahwa kehidupan lebih berharga dari kematian. Maka nasihat dari sang pengkhotbah sangatlah realistis yakni nikmatilah kehidupan. Nikmati bersama dengan orang-orang terkasih dan dalam segala berkat juga karunia yang telah Allah hadirkan dalam kehidupan setiap orang (ay.9). Kerjakanlah dengan sebaik-baiknya apa yang dapat diupayakan dalam kehidupan seperti pekerjaan, perimbangan, pengetahuan, dan hikmat karena di dunia orang mati semuanya itu tidak berarti lagi (ay.10). 


Sang pengkhotbah seolah-olah ingin membawa kita untuk menghargai dan menikmati kehidupan justru dengan mengingat kematian. Kematian tidak dihindari dalam refleksi filosofis pengkhotbah, justru menjadi pemantik diskusi dan penghayatan kehidupan yang otentik. Makna kehidupan lahir ketika seseorang menghargai kehidupannya dan menyambut kematian dengan sebaik-baiknya. Dengan mengingat akhir dari segala sesuatu yakni kematian, seseorang memperoleh kesadaran untuk menikmati hidup dan menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia