Di Antara Pertanyaan dan Pengakuan

Renungan Harian | 26 Apr 2026

Di Antara Pertanyaan dan Pengakuan

Kidung Agung 6:1-3 


Belakangan ini, istilah “women support women” semakin sering terdengar, sebuah ajakan sederhana agar perempuan tidak saling menjatuhkan, melainkan saling mendukung, mendengar, dan menguatkan. Di tengah realitas yang kerap memperhadapkan perempuan satu sama lain, gagasan ini terasa seperti napas baru: bahwa kehadiran sesama bisa menjadi ruang aman, bukan ancaman. Namun dalam kenyataannya, tidak selalu mudah untuk sungguh-sungguh saling hadir. Ada luka, ada pengalaman dibandingkan, ada rasa tidak aman yang diam-diam menciptakan jarak. Di situlah pertanyaan muncul: mungkinkah kehadiran sesama justru menjadi tempat kita menemukan jati diri dan bahkan memahami cinta dengan lebih jernih?


Sebelumnya, sang wanita pernah berseru kepada putri-putri Yerusalem, “Kumohon dengan sangat, putri-putri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu  katakan kepadanya? Katakanlah bahwa sakit  asmara aku!”. Ia mengakui dengan jujur tentang perasaannya dan membagikan kepada sesama perempuan. Ketika sang wanita terus mencari kekasihnya, para putri Yerusalem bertanya, “Apakah kelebihan kekasihmu daripada kekasih lain?” Pertanyaan ini diulang sehingga terkesan mendesak. Ini bukan sekadar rasa ingin tahu, tetapi sebuah upaya komunitas untuk memahami: mengapa seseorang begitu larut dalam kehilangan, padahal mungkin ada banyak pilihan lain. Sikap demikian mengingatkan kita bahwa seringkali seseorang menawarkan ‘alternatif’, sebagai bentuk respons terhadap yang sedang terluka karena cinta. Mungkin dia tidak seistimewa itu, mungkin ada yang lebih baik. Namun justru di situlah paradoks cinta, bahwa yang dicari bukan sekadar “siapa yang lebih baik”, tetapi “siapa yang telah menjadi bagian dari dirinya”.


Menariknya, sang wanita tidak marah. Ia tidak menolak pertanyaan itu sebagai olok-olok. Sebaliknya, ia menjawab dengan deskripsi panjang tentang kekasihnya. Ia menceritakan dengan penuh kekaguman, bukan sekadar untuk membela tapi untuk mengingat betapa berharga kekasihnya itu baginya. Meskipun relasi mereka sedang tidak baik-baik saja, ia tetap berpikir positif. Ia sedang menata ulang cara pandangnya ketika emosi negatif mulai mendominasi. Bukan untuk menafikan luka, tetapi untuk memulihkannya. Semua itu dilakukan karena ada kedekatan, keterikatan, dan identitas yang dibentuk dalam hubungannya dengan sang kekasih.


Sahabat Alkitab, teks ini memperlihatkan bahwa cinta tidak selalu berjalan mulus. Di dalamnya tersimpan pertanyaan, terbentang jarak, dan tak jarang menorehkan luka. Namun dalam dinamika itu, adakalanya hadir “para putri Yerusalem”, yang kehadirannya bukan untuk penghakiman, melainkan sebagai tempat untuk didengar, ditanya, dan perlahan dituntun kembali untuk menyadari apa yang sesungguhnya sedang ia rindukan dan perjuangkan. Kadang, kita pun berada dalam situasi serupa. Kita perlu ditanya, bukan untuk dihakimi, tetapi untuk diingatkan kembali tentang siapa yang sebenarnya kita cintai, dan mengapa kehadirannya begitu berarti.


Di sisi lain, kita juga dipanggil untuk memiliki kebijaksanaan dalam berelasi dengan sesama. Tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan atas situasi yang dihadapi orang lain, melainkan bersedia menjadi ruang yang aman, tempat seseorang perlahan dapat menemukan kembali kejernihan hatinya di tengah kerumitan yang sedang ia jalani.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia