Hidup memang penuh dengan ketidakpastian. Terutama akhir-akhir ini kita semakin mendapati kata-kata tersebut seolah-olah digenapi dengan sepenuhnya melalui berbagai krisis yang melanda kehidupan kita. Namun dalam situasi yang sulit seperti apapun sesungguhnya kita selalu punya dua pilihan yakni untuk berbalik memberontak kepada Allah dengan mengandalkan kuasa-kuasa di luar diri-Nya atau tetap setiap kepada janji penyertaan Tuhan untuk selama-lamanya.
Pada Yesaya pasal 25, dunia juga digambarkan tengah mengalami krisis yang besar. Bedanya saat ini adalah Allah yang sedang meratakan dan menjungkir balikkan pihak yang dahulu tidak mengindahkan keberadaan-Nya. Musuh orang beriman akhirnya hancur. Mereka adalah penguasa-penguasa dunia yang menjalankan pemerintahannya semaunya sendiri serta tidak mengindahkan mereka yang lemah dan tersisihkan.
Kini Allah sendiri yang akan menegakkan keselamatan-Nya yang ajaib, Ia meniadakan yang mustahil menjadi mungkin. Pihak yang tertekan dan lemah akan dibebaskan Allah. Hal ini menegaskan bahwa keselamatan dan penyertaan Allah bukan hanya tentang hal-hal yang sifatnya spiritual, melainkan seluruh harkat dan keberadaan manusia. Pada waktu keselamatan dari Allah tiba, siapa pun yang mempermainkan kebenaran, keadilan dan tidak bertobat akan ditiadakan (ayat 5). Nasib Moab dalam bagian ini menggambarkan nasib semua orang dan bangsa yang keras hati dan pongah (ayat 10-12). Akibat dari tindakan ini, umat yang diselamatkan akan memasuki kondisi dan era kehidupan penuh suka dan pesta (ayat 6-8).
Sahabat Alkitab, menjadi sebuah dambaan bagi kita sebagai seorang beriman untuk melihat pemenuhan janji penyertaan Allah dalam segala kesulitan hidup yang tengah terjadi ini. Namun itulah letak kualitas sejati dari pengharapan, yakni di saat kita bertahan dan mengikut Dia meskipun situasi begitu sulit serta menekan dengan kuatnya. Seorang yang beriman kepada Allah betul-betul mengetahui bahwa pembebasan apapun yang ditawarkan dalam nilai-nilai dunia, tidak sebanding dengan pembebasan kekal yang ditawarkan oleh Allah. Maka berjuanglah untuk senantiasa hidup dalam nilai dan ketetapan Allah semata.
























