Sepuluh hari setelah meminta Yeremia mencari petunjuk Tuhan, akhirnya jawaban itu disampaikan. Kelompok orang Yehuda yang sedang diliputi ketakutan mendapat jawaban bahwa mereka harus tetap tinggal di Yehuda dan tidak pergi ke Mesir. Tuhan berjanji menyertai mereka dan tidak membiarkan mereka binasa. Namun, kejelasan jawaban ternyata tidak membuat mereka mudah menerimanya.
Yeremia 43:1-13 memperlihatkan perubahan yang cukup mencolok. Sebelumnya, mereka datang kepada Yeremia dan berjanji akan menaati firman Tuhan, apapun jawabannya. Tetapi ketika mendengar bahwa mereka tidak boleh pergi ke Mesir, mereka justru menuduh Yeremia berbohong dan mengatakan bahwa Barukh telah menghasutnya. Tidak lama kemudian, mereka membawa seluruh sisa Yehuda, termasuk Yeremia dan Barukh, ke Mesir.
Kita perlu mengingat bahwa ketakutan mereka bukan tanpa alasan. Yerusalem baru saja jatuh dan Gedalya telah dibunuh. Mereka khawatir Babel akan menganggap mereka terlibat dalam pembunuhan itu. Dalam keadaan seperti ini, Mesir mungkin tampak sebagai tempat perlindungan yang lebih aman. Namun, persoalannya bukan sekadar pilihan antara Yehuda dan Mesir. Mereka telah meminta petunjuk Tuhan, tetapi menolak jawaban ketika jawaban itu tidak sesuai dengan pilihan yang mereka harapkan.
Pengalaman itu dekat dengan kehidupan kita. Ketika merasa takut, kita cenderung mencari sesuatu yang memberi rasa aman. Jika jawaban yang kita terima justru mengharuskan kita menghadapi ketidakpastian, kita dapat mulai mencari alasan untuk mempertahankan pilihan sendiri. Bukan karena kita berniat menolak Tuhan, tetapi karena hati kita ingin segera terbebas dari rasa takut. Tanpa sadar, yang kita cari adalah pembenaran atas keinginan kita.
Karena itu, marilah kita jujur dengan hati kita: jangan-jangan yang kita cari bukan kehendak Tuhan, melainkan pembenaran atas keinginan kita. Mungkin, tidak semua jalan yang Tuhan tunjukkan langsung membuat kita merasa aman, tetapi di tengah ketidakpastian, kita dapat belajar melepaskan kebutuhan untuk mengendalikan semuanya dan mempercayakan langkah kita kepada-Nya.
























