Umat Israel hidup di Pembuangan Babel. Bukan saja ditindas dan hidup serba kekurangan, Umat TUHAN juga kehilangan semua yang menjadi identitas mereka: tanah, Bait Allah dan raja. Mereka hidup tanpa harapan. Akan tetapi, TUHAN tidak melupakan mereka. Ia bekerja lewat tangan dan peristiwa yang tak terduga. Koresh, Raja persia, akhirnya mengalahkan Babilonia dan membiarkan umat Israel kembali ke negeri mereka. Meski Persia tetap akan mengontrol tanah mereka, setidak-tidaknya umat Israel diizinkan pulang. Itulah penghiburan dan warta suka-cita yang disampaikan di awal pasal 40 ini. Pesan dan nada harapan dan hiburan kuat mewarnai Yesaya 40-55, sehingga bagian kedua Kitab Yesaya ini (Deutero-Yesaya) basanya disebut Kitab Penghiburan Umat Israel.
Karena sebentar lagi bebas, umat TUHAN diajak untuk bergembira. Tidak perlu bersedih lagi. Perhambaan sudah berakhir, hukuman TUHAN sudah terlaksana, dan dosa mereka sudah TUHAN ampuni. Mereka sudah menjalani masa tahanan secara penuh. Mereka akan kembali ke Yerusalem. Bukan hanya itu. TUHAN sendiri akan memimpin pawai kepulangan mereka dan Ia hadir di tengah mereka dengan mulia. Maka, mereka harus menyiapkan jalan bagi-Nya. Jalan bagi TUHAN harus lurus, tidak berbelok-belok; harus rata, tidak bergelombang. Eksodus kedua ini jelas
berbeda dengan eksodus pertama dahulu, dimana nenek-moyang mereka menghabiskan 40 tahun dalam perjalanan di gurun yang kering, panas dan sulit.
Sahabat Alkitab, di tengah penderitaan, pendemi dan ketidakpastian hidup, berita penghiburan dari TUHAN sungguh kita perlukan. Orang beriman harus menjadi para pewarta kabar suka-cita dan pengharapan, bukan penyebar hoaks dan berita duka serta kecemasan. Mengapa? Karena kita mengimani TUHAN yang selalu setia akan janji-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya. Kita yakin bahwa murka-Nya pasti reda. Kita percaya bahwa kasih serta pengampunan-Nya berlimpah dan tak terbatas.
Salam Alkitab Untuk Semua.