Bayangkan seorang atlet yang berlaga di kejuaraan dunia. Ia telah berlatih selama bertahun-tahun, melewati berbagai tantangan, dan akhirnya sampai di titik puncak karirnya. Namun, ketika berada di ambang kemenangan, ia dihadapkan pada godaan untuk curang demi memastikan kemenangannya. Apakah ia akan memilih jalan yang mudah tetapi melanggar prinsip, ataukah ia akan tetap berjuang dengan integritas? Kehidupan kita sehari-hari seringkali juga penuh dengan dilema moral yang serupa. Kita mencoba untuk memegang teguh iman dan integritas, tapi di saat yang sama tawaran menggiurkan datang dengan syarat tergadaikannya segala prinsip serta integritas kita. Dilema moral yang sama juga dapat kita temukan dalam bacaan hari ini.
Setelah melalui banyak tantangan, akhirnya orang Yahudi mendapat kesempatan untuk membela diri dari ancaman genosida yang dibuat Haman. Atas izin Raja Ahasyweros, mereka membela diri, melawan musuh-musuh dan meraih kemenangan. Namun, ada satu hal yang berbeda dari kebiasaan masa itu, orang Yahudi tidak mengambil harta rampasan dari musuh-musuh mereka. Tiga kali dalam pasal ini disebutkan bahwa mereka tidak menyentuh harta rampasan, meskipun secara hukum mereka diizinkan untuk melakukannya (Ester 9: 10, 15, 16). Keputusan ini menunjukkan bahwa mereka melawan bukan demi keuntungan pribadi, tetapi demi keadilan dan kelangsungan hidup.
Setelah perjuangan usai orang-orang Yahudi tidak hanya berdiam diri. Mereka menetapkan hari kemenangan itu sebagai hari raya Purim, hari sukacita dan berbagi (Ester 9:18-19). Mereka menjadikan kemenangan itu sebagai kesempatan untuk bersyukur kepada Tuhan dan berbagi dengan sesama.
Sahabat Alkitab, ada kalanya ketika sedang berjuang menghadapi tantangan hidup, kita tergoda untuk mencari jalan pintas atau mengambil keuntungan dari situasi sulit. Ingatlah bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang mencapai hasil yang diinginkan, tetapi juga tentang cara kita mencapainya. Bukankah godaan itu terasa sangat nyata dalam berbagai dimensi kehidupan kita? Dalam dunia kerja, mungkin kita melihat kesempatan untuk naik jabatan dengan cara di luar prosedur. Dalam bisnis, mungkin ada peluang untuk mendapatkan keuntungan besar dengan mengorbankan nilai-nilai moral. Dalam hubungan sosial, kita mungkin tergoda untuk mengorbankan prinsip demi diterima oleh orang lain. Namun ingatlah bahwa Tuhan memanggil kita untuk tetap berpegang pada integritas, bahkan jika itu berarti kita harus bekerja lebih keras atau menunggu lebih lama untuk melihat hasilnya.