Banyak peristiwa yang datang dalam kehidupan kita seringkali membuat hati kitamenjadi hancur dan remuk. Seolah-olah sudah tiada lagi harapan yang dapat menjamin kita untuk menapak dengan pasti. Dalam situasi tersebut sayup-sayup Allah memanggil kita untuk kembali percaya dan berharap bahwa akan hadir pemulihan serta kehidupan yang dipimpin oleh Tuhan semata.
Inilah yang mungkin juga dirasakan oleh bangsa Yehuda. Allah memang telah mengeluarkan titah-Nya bahwa mereka akan diperkenankan untuk kembali pulang. Bahkan seorang pembebas diutus Allah untuk memulai proses tersebut. Pembebasan tersebut diwartakan dengan sangat megah dan provokatif dalam Yesaya 61. Perikop tersebut dibuka dengan kemunculan Hamba Tuhan yang mewartakan perubahan zaman dari penderitaan menuju pemulihan yang holistik. Hamba itu tidak bergerak sendirian karena ada Allah yang menuntunnya. Roh Allah ada pada dirinya untuk menegaskan bahwa apapun yang sang hamba kerjakan adalah rencana serta ketetapan dari Sang Tuan. Misi yang akan dikerjakan oleh hamba Tuhan ini adalah misi pembebasan yang pertama-tama menyasar mereka yang menderita dan terpinggirkan. Seolah-olah menunjukkan sebuah penugasan bahwa kelak bangsa Yehuda yang terbebas ini pun harus menaruh perhatian lebih kepada mereka yang tertindas karena demikianlah dahulu mereka pernah menjadi yang tertindas dan dibebaskan Allah.
Tahun rahmat Tuhan datang ketika keadilan Allah ditegakkan dan semua orang bersukacita atas pemeliharaan Allah. Israel akan menampilkan dirinya sebagai sang umat Allah yang betul-betul tunduk kepada Tuhan. Hidup dalam kasih dan kebenaran-Nya sehingga bangsa-bangsa lain melihat kasih dan karya Allah melalui Israel. Allah memulihkan umat-Nya sampai-sampai memungkinkan bangsa yang tadinya terpuruk ini menjadi saksi-saksi kebaikan Allah.
Sahabat Alkitab, marilah kita bangkit dan terus berdiri teguh menghadapi tantangan serta pergumulan yang datang silih berganti. Tetaplah berserah dan percaya kepada karya-Nya karena apapun yang terjadi mendatangkan kebaikan serta berada dalam rencana-Nya yang agung. Itulah proses kehidupan yang harus kita jalani. Kiranya Tuhan meneguhkan dan menopang kehidupan kita senantiasa.
























